Seputar Dunia Islam

Rabu, 21 September 2011

Kumandang Adzan dan Lantunan Ayat Alquran Telah Mengisi Hatiku

Sejak kecil Jessica sudah tidak asing mendengar kata Islam dan Muslim. Sebab, ia besar dalam lingkungan dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Dari lingkungan itu, dasar pandangan Jessica tentang Islam dan Muslim terbentuk.

Jessica memiliki pandangan positif terhadap Islam dan Muslim. Ia tak sungkan memuji gaya hidup muslim yang dinilainya menakjubkan. Pandangan itu juga didukung dengan cara keluarganya mendidik Jessica, kakak dan adiknya untuk menghargai keberagaman di dunia. "Keluarga kami menghabiskan sebagian besar berpindah dari satu negara ke negara lainnya," kata dia seperti dilansir www.onislam.net

Begitu banyak manfaat yang didapat Jessica ketika berulang kali berpindah tempat, salah satunya ia dapat mempelajari budaya dan sejarah banyak negara. Baginya, kedua hal tersebut sangat menyenangkan.

Tahun 1980, keluarganya pindah ke Riyadh, Arab Saudi. Ayahnya adalah seorang ahli bedah onkologi. Ia bekerja di Rumah Sakit Raja Feisal. Lebih dari tiga setengah tahun, Jessica menetap di Arab Saudi.

Tak jauh dari rumahnya, ada empat masjid berdiri. Setiap hari, Jessica mendengar adzan. Jessica tanpa sadar mulai menikmati suara adzan dan ayat-ayat Alquran. Meski sebenarnya ia tidak tahu apa arti bahasa yang digunakan. "Suara adzan dan ayat suci Alquran diam-diam mengisi hatiku," kata dia,.

Dari isi hatinya itu, ia tergerak untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia ucapkan ikrar itu ketika berada di Dubai. Di negara teluk tersebut, Jessica belajar Alquran setiap hari. Ia juga baca literatur Islam. Rutinitas itu kian memantapkan pilihannya untuk memeluk Islam.

Ia merasakan hidupnya tidak lagi kosong. Bagian yang hilang telah ditemukan. Sebagai ilmuwan, memiliki iman memudahkannya menemukan jawaban akan hakikat kehidupan. Hadirnya Islam dalam hatinya, membuatnya tak ragu berbagi ilmu dan cinta kepada sesama.

Saat ini, Ia tidak merasa puas dengan apa yang didapatnya. Keinginan mendalami Islam terus ia jaga. Seperti halnya mualaf lain, ada dorongan kuat untuk menjadi muslim yang kaffah. "Ini adalah pengalaman luar biasa. Allah secara menakjukan begitu dekat dengan kita. Ia tahu apa yang dibutuhkan umat-Nya," kata dia.

Courtesy : Republika Online

Selasa, 19 Juli 2011

Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam

Robert Guilhem, seorang pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Sebagaimana yang dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya telah menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

Courtesy: Republika

Senin, 30 Mei 2011

Asal Mula Terciptanya Alam Semesta

Bagaimana alam semesta berawal adalah pertanyaan yang mempesona manusia sepanjang jaman. Pada abad ke-16 Copernicus mengemukakan teori bahwa matahari tidak mengelilingi bumi tapi bumilah yang justru mengelilingi matahari. Dia pun dihukum gantung karena dianggap bertentangan dengan dogma gereja pada waktu itu yang menyatakan bumi sebagai pusat alam semesta. Pada abad ke 17 Galileo Galilei dengan teleskop ciptaannya mampu membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari.

Pada tahun 1929 Edwin Hubble menciptakan teleskop Hubble di abservatoriumnya di Mountwilson, California. Setelah berbulan-bulan melakukan pengamatan, dia menemukan bahwa bintang-bintang semakin hari menunjukkan warna semakin merah. Dalam hukum Fisika dikenal jika benda semakin menjauhi titik pengamatan akan menunjukkan spectrum merah, sedangkan benda yang mendekati titik pengamatan menunjukkan spectrum biru. Itu artinya benda-benda luar angkasa kian hari semakin menjauhi satu sama lainnya atau dengan kata lain alam semesta semakin meluas.

Edwin Huble kemudian melakukan perhitungan mundur.Jika benda-benda angkasa semakin menjauh berarti dahulunya benda-benda angkasa bermula dari sesuatu yang padu (satu) dan kemudian meledak dengan kecepatan yang luar biasa. Menurut perhitungan yang cermat para ilmuan menyimpulkan bahwa sesuatu yang padu (satu) itu haruslah bervolume nol. Jika suatu benda bervolume nol itu artinya sesuatu itu berawal dari ketiadaan. Dengan kata lain sesuatu yang padu itu diciptakan. Lalu muncullah teori yang sangat terkenal yang disebut teori big bang (ledakan besar).Sebelum Edwin Huble menemukan kenyataan ini, melalui perhitungan yang cermat Albert Einstein sebenarnya telah memperhitungkan bahwa ruang angkasa tidak statis melainkan terus meluas, tetapi pendapat itu disimpannya karena pada waktu itu pendapat yang mengatakan bahwa alam semesta bersifat statis (tidak berawal dan kekal) sangat populer. Pendapat tentang alam semesta statis ini dikemukakan oleh para pendukung materialisme (atheis).

Walaupun Edwin Huble sudah menemukan kenyataan bahwa alam semesta bersifat meluas para pendukung materialisme tetap tidak mau mengakui adanya kebenaran ini. Mereka tetap berkeyakinan bahwa alam semesta tidak berawal dan bersifat kekal. Mereka hendak mengingkari adanya penciptaan. Dengan kata lain mereka mengingkari adanya Tuhan yang menciptakan alam semesta. Pendapat mereka ini sebenarnya dipengaruhi oleh filsafat Yunani kuno yang mengatakan bahwa materi tidak berawal dan tidak berakhir.

Dengan berbagai cara mereka menyanggah pendapat Edwin Hubble dan Albert Einstein ini. Mereka menyanggahnya dengan metode filsafat yang menimbulkan perdebatan tak berujung.Di tahun 1948 ahli fisika Amerika George Gemof mengemukakan seandainya alam semesta ini dulunya adalah satu dan kemudian meledak maka pasti ledakan besar itu meninggalkan sisa-sisa radiasi di ruang angkasa. Pada tahun 1965 dua orang ilmuan Arnold Penzias dan Robert Wilson menemukan sisa-sisa radiasi yang tersebar di ruang angkasa. Atas penemuannya itu, mereka berdua memperoleh hadiah Nobel.

Pada tahun 1989 NASA meluncurkan satelit ke luar angkasa untuk meneliti tentang gejala radiasi alam semesta. Melalui sensor-sensor yang dipasang disatelit yang disebut sensor kobe mereka menangkap adanya radiasi sisa-sisa ledakan besar yang menyebar diseluruh ruang angkasa. Penemuan ini menghebohkan dunia dan media masa. Newsweek bahkan dalam sampul majalahnya menulis : Science telah menemukan Tuhan. Fisikawan Inggris Stephen Hawking menyebutkan penemuan ini sebagai penemuan terbesar dalam bidang astronomi di abad ini bahkan mungkin sepanjang masa.

Belakangan salah satu dari orang-orang yang menentang adanya tuhan mengaku bahwa mereka mempertahankan pendapat alam statis bukan karena mereka yakin akan kebenaran pendapat mereka tapi karena berharap pendapat mereka benar sehingga fakta adanya penciptaan dan tuhan dapat mereka sangkal.Menurut segi agama islam Terciptanya dunia di jelaskan pada AL-QURAN :

Coba simak dua ayat Al-Quran dibawah ini :

“Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang PADU, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Anbiyaa 21:30)

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa MELUASKANNYA” (Adz zaariyaat 51:47)

Jika Al Quran itu hanyalah karangan Muhammad, lalu mungkinkah 14 abad yang lalu ketika ilmu pengetahuan belum secanggih sekarang, seorang manusia di tengah gurun yang gersang di Arab bisa mengetahui bahwa alam semesta diciptakan dari sesuatu yang padu dan kemudian meluas?

Sumber : Iptekku

Jumat, 11 Maret 2011

Keakuratan Bilangan Dalam Al-Quran

Penyebutan angka atau bilangan dalam Alquran, tujuannya agar menjadi ujian bagi orang kafir dan bertambahnya keimanan bagi orang yang beriman.

”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS Ali Imran: 190).

”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” (QS Yunus: 5).

”Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan? ‘Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS Muddatstsir: 31).

”Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain’.” (QS Al-Israa: 88).

Ayat-ayat di atas merupakan beberapa contoh yang disebutkan Allah dalam Alquran mengenai keberadaan angka-angka (bilangan). Tujuannya agar manusia itu menggunakan akalnya untuk berpikir dan meyakini apa yang telah diturunkan, yakni Alquran. Allah menciptakan alam semesta ini dengan perhitungan yang matang dan teliti. Ketelitian Allah itu pasti benar. Dan, Dia tidak menciptakan alam ini dengan main-main. Semuanya dibuat secara terencana dan perhitungan.

Abah Salma Alif Sampayya, penulis buku Keseimbangan Matematika dalam Alquran , menyatakan, bilangan adalah roh dari matematika dan matematika merupakan bahasa murni ilmu pengetahuan ( lingua pura ). Setiap bilangan memiliki nilai yang disebut dengan angka. Peranan matematika dalam kehidupan pernah dilontarkan oleh seorang filsuf, ahli matematika, dan pemimpin spiritual Yunani, Phitagoras (569-500 SM), 10 abad sebelum kelahiran Rasulullah SAW. Phitagoras mengatakan, angka-angka mengatur segalanya.

Kemudian, 10 abad setelah kelahiran Rasulullah SAW, Galileo Galilea (1564-1642 M), mengatakan: Mathematics is the language in which God wrote the universe (Matematika adalah bahasa yang digunakan Tuhan dalam menulis alam semesta). Hal ini menunjukkan bahwa mereka mempercayai kekuatan angka-angka (bilangan) di dalam kehidupan. Senada dengan pendapat Galileo, Carl Sagan, seorang fisikawan dan penulis novel fiksi ilmiah, mengatakan, matematika sebagai bahasa yang universal.

Dalam Alquran disebutkan sejumlah angka-angka. Di antaranya, angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 19, 20, 30, 40, 80, 100, 200, 1000, 2000, 10 ribu, hingga 100 ribu. Penyebutan angka-angka ini, bukan asal disebutkan, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Misalnya, ketika ada yang bertanya mengenai jumlah penjaga neraka Saqar, dalam surah al-Muddatstsir ayat 31 disebutkan sebanyak 19 orang. Allah menciptakan langit dan bumi selama enam masa. Tuhan adalah satu (Esa), bumi dan langit diciptakan sebanyak tujuh lapis, dan lain sebagainya.

Penyebutan angka-angka ini, menunjukkan perhatian Alquran terhadap bidang ilmu pengetahuan, khususnya matematika. Yang sangat menakjubkan, beberapa angka-angka yang disebutkan itu memiliki keterkaitan antara yang satu dan lainnya. Bahkan, di antaranya tak terpisahkan. Begitu juga, ketika banyak ulama dan ahli tafsir berdebat mengenai jumlah ayat yang ada didalam Alquran. Sebagian di antaranya menyebutkan sebanyak 6.666 ayat, 6.234 ayat, 6.000 ayat, dan lain sebagainya. Perbedaan ini disebabkan adanya metode dalam perumusan menentukan sebuah ayat.

Bismillahirrahmanirrahim yang diletakkan sebagai kalimat pembuka dari keseluruhan ayat dan surah di dalam Alquran, memiliki susunan angka yang sangat menakjubkan. Kalimat basmalah itu bila dihitung hurufnya mulai dari ba hingga mim, berjumlah 19 huruf. Angka 19 ini, ternyata menjadi ‘kunci utama’ dalam bilangan jumlah surah, jumlah ayat, dan lainnya di dalam Alquran.

Begitu juga dengan angka tujuh, bukanlah sekadar menyebutkan angkanya, tetapi memiliki perhitungan dan komposisi yang sangat tepat. Misalnya, jumlah ayat dalam surah Al-Fatihah sebanyak tujuh ayat dan jumlah surah-surah terpanjang dalam Alquran (lebih dari 100 ayat) berjumlah tujuh surah.

“Penyebutan angka-angka itu bukanlah secara kebetulan atau asal bunyi (asbun). Semuanya sudah ditetapkan oleh Allah dengan komposisi yang jelas dan akurat. Tidak ada kesalahan sedikit pun. ”Kitab (Alquran) ini tak ada keraguan di dalamnya dan ia menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 2).

”Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Alquran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.’‘ (QS Al-Baqarah: 23).

“(Alquran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS Ibrahim: 52).

Karena itulah, Stephen Hawking, seorang ilmuwan dan ahli matematika terkenal, yang pada awalnya tidak membutuhkan hipotesis Tuhan dalam mempelajari alam semesta, meyakini adanya unsur matematika yang mengagumkan yang melekat di dalam struktur kosmos (alam semesta). Hawking mengatakan, ”Tuhanlah yang berbicara dengan bahasa itu.”

Hal yang sama juga diungkapkan Albert Einstein, fisikawan terkenal dan penemu bom atom. ”Tuhan tidak sedang bermain dadu,” ungkap Einstein. Semua berdasarkan perhitungan, ukuran, dan perencanaan yang matang, bahkan ketika dentuman besar ( big bang ) pertama, di mana Allah dengan kata Kun Fayakun -nya, menciptakan alam semesta dalam hitungan t=0 hingga detik 10 pangkat minus 43 detik.

Stephen Hawking mengatakan, ”Seandainya pada saat dentuman besar terjadi kurang atau lebih cepat seperjuta-juta detik saja, alam semesta tidak akan seperti (sekarang) ini”. Itulah rahasia Allah. Semua yang disebutkan-Nya di dalam Alquran, menjadi tanda dan petunjuk bagi umat manusia, agar mereka beriman dan meyakini kebenaran pada kitab yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Wa Allahu A’lam.

Keistimewaan dan keajaiban angka-angka yang ada dalam Alquran, sebagaimana dijelaskan di atas, merupakan bukti keteraturan dan keseimbangan yang dilakukan oleh Sang Pencipta dalam menyusun dan membuat Alquran serta alam semesta. Tak mungkin manusia mampu melakukan keseimbangan dan keteraturan yang demikian sempurna itu dalam sebuah hasil karyanya, selain Allah SWT.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 2-3, Allah menjelaskan tujuan dari diturunkannya Alquran, yakni menjadi petunjuk bagi umat manusia untuk membedakan antara yang hak (benar) dan yang batil (salah). Sebab, tidak ada yang perlu diragukan lagi semua keterangan Alquran. Karena itulah, seluruh umat Islam di dunia ini, wajib untuk meyakini dan mempercayai kebenaran Alquran.

Penyebutan angka-angka dan keteraturan yang terdapat di dalamnya, merupakan bukti keistimewaan dan kemukjizatan Alquran. Keseimbangan dan keteraturan sistem numerik (bilangan) dalam Alquran dengan penciptaan alam semesta, menggambarkan hanya Allah SWT sebagai Tuhan yang satu.

”Dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang Mukmin itu tidak ragu-ragu.” (QS Al-Muddatstsir: 31).

Kamis, 24 Februari 2011

Makna Dan Bukti Misteri Umur 40 Tahun

Umur 40 tahun adalah Usia yang matang bagi seseorang dalam berfikir dan bertindak oleh karena itu mudahlah dimengerti jika batas nasib seseorang ditentukan saat mencapai umur 40 tahun. Jika sampai pada umur tersebut orang tersebut masih saja berbuat dosa dan maksiat maka dipastikan orang tersebut telah memiliki Tiket ke Neraka karena Secara sadar ia sudah berfikir, mengerti dan paham bahwa perbuatan dosa dan maksiat yang ia lakukan adalah salah akan tetapi tetap  saja  maksiat masih  dilakukan.

Sebagai orang Islam akan mudah memahami hal ini karena , Allah sebagai pencipta manusia memberi perhatian khusus pada umur 40 tahun yaitu dalam Al-Quran Surat Al-Ahgaaf Ayat ke 15 yang artinya

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nimat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. 46:15)

Dan seperti dikatakan oleh ulama yang sangat masyhur yaitu Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ayyuhal Walad : “Barangsiapa yang telah melampui usia 40 tahun sedangkan kebaikannya tidak dapat mengalahkan kejahatannya, maka hendaklah dia mempersiapkan dirinya untuk masuk kedalam Neraka”

Jadi sudah seharusnya bila seseorang pada umur 40 tahun untuk :
  1. Berbuat lebih baik kepada kedua Orang tua, karena atas perjuangannya kita bisa menjadi seperti sekarang ini.
  2. Mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita dengan banyak berbuat baik dan beramal saleh yg diridhoi oleh Allah SWT dan menambah amalan dalam beribadah.
  3. Bertaubat dan berserah diri yang artinya tidak berbuat dosa dan maksiat serta berserah diri bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah dan akan kembali lagi kepadaNya
Banyak hal-hal besar di dunia ini yang terjadi dan dikaitkan dengan Umur 40 tahun yang menjadi bukti akan misteri umur 40 tahun ini yaitu :
  1. Nabi Muhammad SAW dan kebanyakan nabi lainnya diangkat menjadi rasul tepat pada umur 40 tahun, Muhammad bin Abdullah dipilih untuk mengemban tugas besar dan tidak mudah, sehingga Nabi sendiri pada awalnya sempat ragu, apakah benar yang diterima di gua Hiro adalah wahyu, Tetapi sang isteri Siti Khadijah, yang teguh hati, menenangkan, menentramkan, menguatkan serta memastikan bahwa yang diterima benar wahyu dan beliau benar-benar diangkat menjadi Nabi dan Rasul.
  2. Pada Usia 40 tahun Kolonel Sanders sang penemu resep masakan Ayam Goreng Kentucky Fried Chicken mulai memasak untuk orang yang singgah dibengkelnya di Corbin. Saat itu ia belum memliki restoran KFC dan sekarang KFC ada di hampir 80 negara.
  3. Pada Usia 40 tahun mulai ada keinginan yang Positif maupun Negatif. Positif untuk Maju dan Hidup lebih baik, tapi banyak juga pada usia ini justru punya keinginan yang Negatip seperti poligami tanpa ijin isteri, selingkuh dll
” Nasib Baik dan Buruk kita bukan tergantung pada orang lain tapi tergantung pada diri kita sendiri” Oleh karena itu bersegeralah untuk mengubah nasib kita baik di Dunia maupun di Akhirat dengan Warning : UMUR 40 TAHUN

Sesuai dengan Firman Allah dalam Surat. Aali-Imran ayat 133 :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. 3:133) .

Kamis, 17 Februari 2011

Kiamat Sudah Dekat Dan Tanda-Tandanya

Banyaknya bencana alam di dunia ini menandakan telah semakin dekatnya hari kiamat, walaupun banyaknya bencana alam hanyalah salah satu tanda, tapi telah banyak tanda-tanda lain yang menandakan Kiamat Hampir Tiba untuk menghancurkan kehidupan didunia ini.

Fenomena bencana alam yang merupakan kiamat sughra (kecil) sebagaimana dilukiskan oleh Rasulullah SAW, akan terjadi di penghujung zaman, sebagai introduksi awal munculnya fenomena yang lebih besar, yaitu saat terjadinya Kiamat yang sesungguhnya. Secara logika, tanda-tanda Kiamat Kubra (besar) terjadi, tentu akan diawali oleh tanda-tanda kecil sebelumnya. Jika tidak, tentu tidak akan muncul istilah ini.

Berikut ini adalah tanda-tanda kiamat Sugrha (kecil) berdasarkan hadis Rasulullah SAW :

1. Hamba sahaya yang melahirkan tuannya. Ini sebuah metafor tentang banyaknya anak-anak yang dilahirkan, setelah besar mereka durhaka kepada ibunya.

2. Manusia berlomba-lomba mendirikan bangunan megah.

3. Orang non professional mengendalikan berbagai urusan. Rasulullah Saw. Bersabda “Jika sebuah urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya” (HR. Hasan dari Annas Al-Bani).

4. Terbatasnya Ilmu Pengetahuan.

5. Pertumpahan darah terjadi dimana-mana. Rasulullah Saw. Bersabda, “ Diantara tanda-tanda kiamat itu adalah munculnya kebodohan, diangkatnya ilmu pengetahuan, kekacauan terjadi dimana-mana, yakni pembunuhan.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah, Ahmad dan Ibnu Majah).

6. Minuman keras dalam berbagai produknya diperdagangkan secara bebas. Rasulullah Saw. Bersabda, “Diantara umatku banyak yang minum minuman keras dengan menyamarkan namanya.” (HR.Thabrani dari Abi Umayyah).

7. Legalisasi Perzinahan.

8. Laki-laki memakai sutra.

9. Nyanyian dan alat musik menjadi komoditas halal. Rasulullah Saw. Bersabda, “Diantara umatku banyak yang menghalalkan perzinahan, sutra, minuman keras, dan alat musik.” (HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Huarairah).

10. Eksploitasi artis dan biduanita.

11. Meluasnya pornografi.

12. Terputusnya hubungan silaturahmi.

13. Penghianatan terhadap orang-orang jujur.

14. Memberikan kepercayaan kepada para penghianat. Rasulullah Saw. Bersabda, “Diantara tanda-tanda kiamat itu adalah munculnya perkataan keji dan kotor, terputusnya hubungan silaturahmi, penghianatan terhadap orang-orang jujur, dan memberi kepercayaan kepada para penghianat.” (HR. Ahmad dari Ibnu Mas’ud).

15. Banyaknya orang mati mendadak.

16. Banyak masjid dijadikan jalan. Maksudnya orang-orang lalu-lalang lewat didepanya, tanpa berkeinginan shalat di dalamnya. Rasulullah Saw. Bersabda, “…..jika masjid dijadikan jalan dan banyknya kematian secara mendadak.” (HR. Bukhari dan Nasa’I dari Abu Hurairah).

17. Pertikaian hebat antara dua kubu Umat Islam, yaitu pertikaian antara Ali dan Muawiyah.

18. Waktu berputar sangat cepat. Maksudnya, seperti waktu tidak memiliki keberkahan.

19. Banyak terjadi gempa diberbagai tempat. Menurut para ahli meteorology Mesir bahwa bumi ini akan selalu dalam goncangan.

20. Banyaknya fitnah (cobaan). Rasulullah Saw. Bersabda, “bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum ilmu pengetahuan dicabut, banyknya gempa, menyebarnya fitnah (provokasi dan intimidasi), banyaknya kekacauan, yakni pertumpahan darah dan perang.” (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah)

21. Umat Islam dipojokan oleh umat lain. Ibarat orang makan memperebutkan mangkok makanannya.

22. Jika orang tidak professional di bidang ilmu pengetahuan dijadikan tempat mengadu. Rasulullah Saw.
Bersabda, “Di antara tanda-tanda kiamat itu adalah jika orang yang tidak professional dijadikan tempat bertanya.” (HR. Ahmad, Nasa’i, Abu Daud dari Ibnu Majah).

23. Eksploitasi aurat wanita. Wanita mengenakan pakaian minim, sehingga banyak mengundang birahi laki-laki.

24. Orang-orang tidak professional berbicara atas nama kepentingan orang banyak. Rasulullah Saw, bersabda, “Diantara tanda-tanda kiamat itu adalah munculnya penghianatan, orang jujur dicurigai, penghianat dipercaya, dan Rubaidhah berbicara. Para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud Rubaidhah itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yakni orang bodoh berbicara atas nama kepentingan orang banyak.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

25. Salam disampaikan hanya kepada orang yang dikenal saja. Rasulullah Saw. Bersabda, “Diantara tanda-tanda kiamat itu adalah jika seseorang menyampaikan salam hanya kepada orang yang dikenalnya saja.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah)

26. Kekayaan didapat dengan cara yang tidak halal. Rasulullah Saw. Bersabda, “Akan dating suatu masa, dimana seseorang tidak peduli apakah harta yang didapatkanya itu dengan cara yang halal atau tidak.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah)

27. Menyebarnya kebohongan.

28. Pasar bebas menunjukan banyaknya praktik jual-beli yang tidak fair. Rasulullah Saw. Bersabda, “….kebohongan menyebar luas, waktu berjalan dengan cepat, dan pasar menjamur dimana-mana.”

29. Unta dan rumah menjadi milik setan. Maksudnya, jika seseorang memelihara unta, bukan untuk kepentingan transfortasi. Atau rumah dibeli bukan untuk dihuni, tetapi untuk dijadikan simpanan bertahun-tahun, maka setan akan memanfaatkan keduanya. Rasulullah Saw. Bersabda, “Unta dan rumah akan menjadi milik setan.” (HR. Muslim dari Abu Huraiarah)

30. Banyaknya manusia membangga-banggakan masjid dan bentuk arsitekturnya. “Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum orang-orang membangga-banggakan bentuk arsitektur masjid.” (HR. Thabrani dan Ahmad dari Abis Al-Ghifari)

31. Banyak orang yang menyemir rambutnya. Rasulullah Saw. Bersabda, “Akan ada sebuah kelompok manusia yang menyemir rambutnya dengan warna hitam menyerupai bulu merpati. Kelak, mereka itu tidak akam mencium aroma surga.” (HR. Ahmad dan At-Thayalisi dari Ibnu Mas’ud)

32. Banyak orang beragan-angan melihat Nabi Muhammad Saw., ketika fitnah telah menyebar dan agama menjadi barang langka. Rasulullah Saw. Bersabda, “Akan dating suatu masa, orang-orang lebih suka melihatku daripada melihat keluarga dan hartanya.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Umar)

33. Sedikit orang yang taat dan beramal shaleh.

34. Kekikiran menjadi hal yang lumrah. Orang kaya kikir dengan hartanya, orang berilmu kikir dengan ilmunya, dan orang kreatif kikir dengan karyanya. Rasulullah Saw. Bersabda, “….amal untuk akhirat berkurang dan kekikiran menjadi hal yang biasa.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Hudzaifah)

35. Peperangan terjadi tanpa tujuan yang jelas. Rasulullah Saw. Bersabda, “Demi jiwaku yang ada ditangan-Nya. Akan datang suatu masa, seorang membunuh tanpa mengetahui tujuanya membunuh dan yang dibunuh tidak mengetahui mengapa ia dibunuh.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

36. Banyak harta yang diperoleh dari hasil rampasan (pencurian, perampokan) mereka tidak berhati-hati untuk mendapatkan harta.

37. Kejujuran menjadi hal yang langka.

38. Ajaran Islam terasa berat dijalankan.

39. Suami tunduk kepada istrinya dan memilih durhaka kepada ibunya.

40. Seseorang lebih memilih temannya daripada orangtuanya.

41. Majid menjadi hangar- bingar

42. Seorang zalim dan penghianat menjadi pemimpin Negara

43. Seseorang ditakuti karena kejahatannya, bukan karena wibawa dan kemuliaannya. Rasulullah Saw. Bersabda, “…..jika harta diperoleh dari hasil rampasan, …..kejujuran dianggap merugikan, suami tunduk kepada istrinya, anak durhaka kepada ibunya, lebih bersikap baik kepada temannya daripada kepada orangtuanya, masjid menjadi hangar binger, orang zalim menjadi kepala Negara, jika seseorang ditakuti karena kejahatannya, jika minuman keras menjadi minuman biasa, kain sutra banyak dipakai orang, penyanyi dan alat musik menjadi tontonan biasa, dan banyak orang yang menghianati pendahulunya. Maka berhati-hatilah pada saat-saat demikian,” (HR. At-Tirmidzi, dari Ali dan Abu Hurairah)

44. Meningkatnya jumlah personil keamanan, seiring meningkatnya tingkat kriminalitas di berbagai tempat.

45. Seseorang dijadikan imam shalat karena suaranya yang merdu, sekalipun dia tidak cukup pandai dan terpandang.

46. Hukum dan keadilan diperjual-belikan.

47. Harga nyawa manusia sangat murah. Rasulullah Saw. Bersabda, “Berhati-hatilah terhadap enam hal: Amarah orang bodoh, banyaknya jumlah personil keamanan, jual-beli hokum, murahnya harga nyawa manusia, terputusnya hubungan silaturahmi, mabuk-mabukan, dan Al-Quran dijadikan nyanyian dan diperlombakan.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Jabir)

48. Banyaknya wanita-wanita karir. Rasulullah Saw. Bersabda, “Di antara tanda-tanda kiamat itu adalah salam hanya diucapkan kepada orang tertentu, adanya perdaganyan bebas, sehingga seorang istri ikut membantu suaminya berdagang.” (HR. Bukhari dari Auf bin Malik)

49. Publikasi karya intelektual secara besar-besaran

50. Anak keras kepala dan mudah marah

51. Hujan turun seperti panah

52. Orang belajar untuk mengejar jabatan dan kekayaan, tidak demi kepentingan agamanya.

53. Mudahnya akses transportasi.

54. Kecenderungan gaya hidup hedonis dikalangan Umat Islam. Rasulullah Saw. Bersabda, “Jika umat-umatku berjalan bak gaya hidup raja-raja Persia dan Romawi, dan para penguasa dari golongan orang-orang jahat.” (An-Nubu’ah Wassiyasah)

55. Orang-orang fasik dihormati, sementara orang-orang terhormat direndahkan

56. Seseorang berkata kepada orang lain “Saya tidak mengenal orang yang beriman.” (HR. Bukhari dari Abdulah Ibnu Mas’ud)

57. Banyak orang yang mengharapkan kematian lebih cepat karena sulitnya hidup. Rasulullah Saw. Bersabda, “Kiamat akan terjadi jika ada orang melewati kuburan seraya berkata ."Mudah-mudahan aku cepat bersamanya di sini.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

58. Embargo ekonomi dan bantuan kemanusiaan lainya terhadap Negara Irak

59. Negara-negara Syam dikucilkan (Syria, Lebanon, Yordania, dan Palestina).

60. Wafatnya Rasulullah Saw.

61. Baitul Maqdis dibuka kembali, pasca pemerintahan Umar bin Khatthab.

62. Kematian masal karena wabah penyakit menular. Ini terjadi pada masa Umar bin Khatthab dan pasca perang dunia.

63. Krisis moneter mendera bangsa-bangsa dan harga-harga barang melambung tinggi.

64. Teknologi informasi memasuki rumah-rumah.

65. Gencatan senjata antara kita (Negara-negara Islam) dengan Bangsa Romawi (Negara Eropa dan Amerika).

Itulah beberapa fenomena kiamat kecil yang paling akhir. Setelah itu akan terjadi perang global yang dahsyat antara bangsa-bangsa.

Tanda-tanda kiamat kecil telah nampak di hadapan kita. Saat ini, kita tengah hidup berdampingan secara damai dengan Bangsa Romawi (bangsa-bangsa Eropa dan Amerika). Rasulullah Saw. Bersabda, “Hitunglah enam diantara tanda-tanda Kiamat: Pertama wafatnya Rasulullah Saw, dibukanya kembali Baitul Maqdis, kematian masal, krisis moneter, manusia mudah tersulut amarah, godaan yang menyelinap masuk kerumah - rumah (Televisi dan nyanyian), dan gencatan senjata antara kalian (Umat Islam versus kulit putih bangsa Eropa dan Amerika). Mereka dengan mudah melanggar perjanjian damai. Mereka membawa delapan puluh kompi, setiap kompi terdiri dari 12 ribu personil.”

Perang global (umat Islam akan dipimpin oleh Al-Mahdi) akan terjadi setelah perang dunia (Armagedon). Perang ini berawal dari kesepakatan damai yang dilanggar oleh bangsa-bangsa kulit putih (Eropa dan Amerika). Perang ini pasti terjadi, sekalipun banyak pengamat menyangsikannya. Hanya saja, kita tidak mengetahuinya secara pasti kapan semua ini akan terjadi. Namun, kita meyakini saatnya sebentar lagi, dan itu pasti terjadi.

Demikian postingan ini saya buat semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang hari Kiamat, supaya kita tidak terlena hidup di dunia yang fana ini dan lupa akan bekal di akhirat nanti.

Sumber: “Kiamat Hampir Tiba” Oleh Amin Muhammad Jamaluddin

Rabu, 02 Februari 2011

Fakta-Fakta Mengagumkan Tentang Azan

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung "Kekuatan Supranatural".

Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.

2. Asal Mula Yang Menakjubkan.

Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.

Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.” Yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.

3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa-Peristiwa Penting.

Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar .

Peristiwa besar yang dimaksud adalah
- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka'bah

- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.

4. Adzan Sudah Milyaran Kali Dikumandangkan.

Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya =

534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000

5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang.

Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.

Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.

Maasyaa Allah Laa Quwwata Illa Billaah

Sumber: eramuslim.com